Semua orang memiliki mimpi, termasuk juga aku. Aku selalu suka mimpi, dan mimpi-mimpiku pasti punya alasan. Semenjak TK aku sudah bermimpi menjadi seorang pramugari, alasannya karena pekerjaan sebagai pramugari memungkinkanku untuk jalan-jalan keliling Indonesia ataupun keliling dunia tanpa harus mengeluarkan uang banyak alias gratis. Beranjak SMA aku ingin sekali menjadi seorang arsitek, alasanya karena aku ingin sekali memiliki rumah yang aku rancang sendiri pembuatannya. Namun, ketika memasuki bangku kuliah aku punya mimpi untuk menjadi seorang penulis. Kali ini alasannya karena aku merasa memiliki sedikit bakat di bidang tersebut. Aku bisa bilang begitu karena aku baru menyadari, bahwa sejak SD aku bersama seorang sahabat yang juga adalah teman sebangku, sering mengarang lirik lagu yang iramanya diambil dari lagu-lagu yang sudah populer. Lalu tanpa sadar setiap kali sedang dalam suatu keadaan emosi tertentu, aku selalu menuangkan perasaan dan ide-ideku lewat kata-kata hingga menjadi sebuah puisi.
Namun, hingga kini tidak ada satupun dari mimpi-mimpi itu yang sudah terwujud. Semua mimpi itu hanya menetap dan berkembang di khayalanku saja, karena aku merasa tidak cukup mampu untuk menjadikannya nyata. Aku terlalu takut untuk mencoba, dan aku tidak pernah cukup keras untuk berusaha meraihnya. Semua niat dan tekad yang aku bangun bisa lenyap seketika di awal usaha, aku tidak punya cukup dukungan untuk diriku sendiri. Sehingga semua mimpi-mimpi yang aku ciptakan di khayalan hanya mampu bertahan disana.
Selama ini aku hidup menjalani apa yang ada, tidak ada sesuatu yang istimewa dan bisa dibanggakan dalam hidupku. Alur hidupku memang tidak mundur, namun tidak juga pernah maju, hanya mandeg ditengah-tengah kehidupan yang datar tanpa ada tantangan dan hal-hal baru yang bisa membuat aku bersemangat dan selalu tak sabar menunggu hari esok.
Aku selalu iri melihat teman-teman dan orang-orang disekitarku yang memiliki kehidupan seperti yang mereka inginkan. Mengapa aku tidak bisa seperti mereka yang gigih berjuang meraih mimpi demi masa depanku sendiri? Mengapa aku tidak bisa seperti mereka yang bahagia menjalani kehidupan persis seperti di mimpi mereka? Sedangkan hingga saat ini aku hanya bisa meratapi diri karena aku hanya mampu bermimpi tanpa berani untuk mewujudkannya..
No comments:
Post a Comment